Popular
-
Update: Review cat rambut lagi disini Dulu gue pikir kalo ngewarnain rambut itu agak "awkward" karena waktu itu gue masih muda...
-
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN BADAN USAHA, KOPERASI, DAN PERUSAHAAN BAB I 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Di Indones...
-
Banyak yang bilang katanya kulit gue putihan. Terus ditanya gue pake apa; cream dokter kah atau obat apa gitu.. Jawabannya : NO. Gak pake ...
-
Menurut gue Korea berhasil banget memperkenalkan makanannya di Dunia, terutama juga di Indonesia. Karena gue yang awalnya gak tau menau te...
Followers
Rabu, 07 Juni 2017
Sabtu, 27 Mei 2017
Hani J
I had nothing cool to do today so I downloaded some Chicken
soup for the soul pdf out of sheer boredom.
Of course I just scrolled down some stories and read it
randomly until one title from a familiar indo-kinda-name attracted my attention.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The difference between the possible and the impossible
lies in a person's determination.
Tommy Lasorda
The day I met Hani Irmawati, she was a
shy, seventeen-year-old girl standing alone in the parking lot of the
international school in Indonesia, where I teach English. The school is
expensive and does not permit Indonesian studaents to enroll. She walked up to
me and asked if I could help her to improve her English. I could tell it took
immense courage for the young Indonesian girl in worn clothing to approach me
and ask for my help. "Why do you want to improve your English?" I
asked her, fully expecting her to talk about finding a job in a local hotel.
"I want to go to an American university," she said with quiet
confidence. Her idealistic dream made me want to cry. I agreed to work with her after school each
day on a volunteer basis. For the next several months, Hani woke each morning
at five and caught the city bus to her public high school. During the one-hour
ride, she studied for her regular classes and prepared the English lessons I'd
given her the day before. At four o'clock in the afternoon she arrived at my
classroom, exhausted but ready work. With each passing day, as Hani struggled v
college-level English, I grew more fond of her. She work harder than most of my
wealthy expatriate students.
Hani lived in a two-room
house with her parents two brothers. Her father was a building custodian and
mother was a maid. When I went to their neighborhood meet them, I learned that
their combined yearly inc was 750 U.S. dollars. It wasn't enough to meet the
expen of even one month in an American university. Her enthusiasm was increasing
with her language ability, I was becoming more and more discouraged. One
morning in December 1998, I received announcement of a scholarship opportunity
in American university. I excitedly tore open the envelope and studied the
requirements, but it wasn't long before dropped the form in despair. There was
just no was thought, for Hani to meet these qualifications. She never led a
club or an organization, because in her such these things simply did not exist.
She had no guide counselor and no impressive standardized test scores because
there were no such tests for her to take. She did, however, have more
determination than all student I'd ever seen. When Hani came into the classroom
that day, I told her of the scholarship. I also told her to believe there was
no way for her to apply. I encourage her to be, as I put it,
"realistic" about her future and not plan so strongly on coming to
America. Even after a somber lecture, Hani remained steadfast. "Will you
send in my name?" she asked.
I didn't have the heart to turn her
down. I completed the application, filling in each blank with the painful true
about her academic life, but also with my praise of h courage and her
perseverance. I sealed up the envelope and told Hani her chances for acceptance
ranged somewhere between slim and none. In the weeks that followed, Hani
increased her study of English, and I arranged for her to take the Test of
English Fluency in Jakarta. The entire computerized test would be an enormous
challenge for someone who had never before touched a computer. For two weeks,
we studied computer parts and how they worked. Then, just before Hani went to
Jakarta, she received a letter from the scholarship association. What a cruel
time for the rejection to arrive, I thought. Trying to prepare her for
disappointment, I opened the letter and began to read it to her. She had been
accepted.
I leaped about the room
ecstatically, shocked. Hani stood by, smiling quietly, but almost certainly
bewildered by my surprise. The image of her face in that moment came back to me
time and time again in the following week. I finally realized that it was I who
had learned something Hani had known from the beginning: It is not intelligence
alone that brings success, but also the drive to succeed, the commitment to
work hard and the courage to believe in yourself.
Jamie Winship
The college I picked out costs $22,000 a year--
Categories
Chicken Soup,
story
Senin, 15 Mei 2017
BAHASA INGGRIS 2 - Strategi Cara Menjawab Soal Structur Pada TOEFL
Nama: Heni Susanti
NPM: 14213041
Kelas: 4EA17
Strategi Cara Menjawab Soal Structur Pada TOEFL
PART A SENTENCE COMPLETION
PART B ERROR IDENTIFICATION
Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.
Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A
Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural' yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb, Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada, baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah.
TENTANG SUBJECT AND VERB
S - V Agreement, Appositive, dan Object of Preposition
Meskipun letak S dan V berjauhan seperti pada contoh kalimat di atas, mereka tetap harus berkesesuaian.
Aposisi (Appositive) adalah kata atau kelompok kata yang biasanya tidak mengandung S dan V, yang maknanya sama dengan S, atau menerangkan S. Ia bisa diletakkan antara S dan V yang diapit dengan dua tanda koma, atau bisa juga diletakkan sebelum S dan dipisahkan dengan satu tanda koma.
Contoh: Influenza, a common disease, has no cure.
Aposisi-nya: 'a common disease'
TENSES
NPM: 14213041
Kelas: 4EA17
Strategi Cara Menjawab Soal Structur Pada TOEFL
Bagian ini merupakan bagian yang paling sulit dari
keseluruhan tes TOEFL, meskipun jumlah soal yang diujikan relatif
sedikit.
Pertama-tama kita harus mengetahui tentang bagaimana cara
mengerjakan masing-masing bagian itu. Section II ini terdiri dari 2 bagian,
yakni Part A yang disebut Sentence Completion (melengkapi kalimat), dan Part B
yang lazim disebut Error Identification (mengidentifikasi kesalahan gramatikal)
PART A SENTENCE COMPLETION
Pada bagian ini terdapat 15 pertanyaan, masing-masing
terdiri dari 1 buah kalimat dengan kata dan/atau frasa yang dihilangkan. Kita
diminta untuk memilih salah satu pilihan (a), (b), (c), atau (d) yang jika
dimasukkan kalimat di atasnya menjadi benar secara gramatikal. Jadi dengan kata
lain kita harus memilih MANA YANG BENAR.
PART B ERROR IDENTIFICATION
Pada bagian ini, terdapat 25 pertanyaan. Di masing-masing
kalimat terdapat kata atau kelompok kata yang digarisbawahi ditandai dengan
(a), (b), (c), dan (d). Kita diminta untuk mengidentifikasi bagian yang
ditandai tersebut mana yang TIDAK tepat secara gramatikal. Dengan kata
lain kita diminta untuk memilih MANA YANG SALAH.
Hati-hati!!! Jangan keliru mengerjakan dua bagian ini.
Pahami instruksinya, sehingga ketika tes yang sesungguhnya, Anda TIDAK PERLU
lagi membaca instruksi. Langsung saja kerjakan nomor 1!
Apa itu “structure”?
Apa pun bidang ilmu yang Anda geluti, Anda pasti mengenal
konsep tentang "stuktur". Di dalam disiplin ilmu teknik, sosiologi,
antropologi, seni, matematika, ekonomi, geografi, dan semua cabang ilmu pasti
dikenal konsep dan istilah 'struktur' dengan definisi yang berbeda-beda. Namun
jika kita perhatikan dengan seksama, ada satu benang merah dari semua definisi
konsep yang berbeda-beda tersebut.
Sebuah 'struktur' pasti mengandaikan adanya 3 hal utama,
yakni:
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian
Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.
Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A
Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural' yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb, Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada, baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah.
Contoh :
A camel ______________ 30 gallons of water in ten
minutes.
(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of
(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of
Soal di atas adalah tipikal soal Part A (sentence
completion), di mana kita diminta untuk menentukan jawaban yang benar dari
keempat pilihan yang diberikan.
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langjah 4: jawablah pertanyaan tersebut
Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya (dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b) dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a) mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan).
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langjah 4: jawablah pertanyaan tersebut
Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya (dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b) dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a) mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan).
TENTANG SUBJECT AND VERB
Komponen utama sebuah kalimat dalam Bahasa Inggris adalah Subject (S) dan Verb (V).
Namun istilah Verb (kata kerja) di sini sepadan dengan Predikat dalam
Bahasa Indonesia. Mari kita lihat ilustrasi berikut ini:
Kalimat: Saya lapar.
Subjek: Saya
Predikat : lapar
Kalimat di atas hanya terdiri dari dua kata, 'saya' dan 'lapar'. Di dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut berterima secara gramatikal. Dilihat dari jenis katanya, komponen Subjek 'Saya' adalah kata ganti (Pronoun atau Pronomina), dan Predikatnya terdiri dari kata sifat (adjective) 'lapar'. Sebuah kalimat yang hanya memuat satu Subjek berbentuk kata ganti dan satu Predikat berbentuk kata sifat atau kata benda (N) sangat dimungkinkan di dalam Bahasa Indonesia.
Namun berbeda halnya dalam Bahasa Inggris. Kalimat 'Saya lapar.' dalam Bahasa Indonesia tidak sama dengan "I hungry', meskipun saya = I, dan lapar = hungry. Kalimat Bahasa Inggrisnya harus "I am hungry." Sekarang, kalimat itu memuat 'am' antara I (saya) dan hungry (lapar). Dengan kata lain, ada tambahan komponen dalam Predikat Basa Inggris.
Selama ini kita mengenal 'am' sebagai salah satu dari 'to be'. Namun jika dilihat di kamus, lema 'be' dikategorikan sebagai kata kerja (verb). Oleh karena itu, perbedaan mencolok antara predikat Bahasa Indonesi dan Bahasa Inggris adalah bahwa predikat dalam Bahasa Inggris harus memuat kata kerja (verb), dan oleh karenanya kita akan menyebut komponen dasar kalimat Basa Inggris sebagai Subject & Verb (S + V), bukan lagi S + P.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa jenis verb yang dapat mengisi komponen 'Predikat' dalam Bahasa Inggris:
1) To be: is, am, are, was, were, be, been, being.
2) Finite verb: drive, walk, write, say, dan varian lainnya seperti says, walks, writes, drives, sleeps, dan lain-lain. Termasuk dalam kelopok ini adalah bentuk ke-2 dari verb (V2/ past), yakni, drove, slept, wrote, said, walked, dll.
3) Modals: can, may, must, should, would. shall, will
4) Auxiliary verb: do, does, did, serta varian lainnya seperti have, had, has.
Tidak ada kalimat biasa dalam Bahasa Inggris yang tidak memuat salah satu dari kelompok di atas atau gabungannya. Ingat: Verb bentuk -ing (sleeping, driving, walking, writing, dll) tidak dimasukkan ke dalam kelompok di atas mengingat penggunaan kata ini ada aturannya tersendiri.
Sekarang cobalah soal berikut ini:
The President ______________ the election by a landslide.
(a) won
(b) he won
(c) yesterday
(d) fortunately
Kalimat: Saya lapar.
Subjek: Saya
Predikat : lapar
Kalimat di atas hanya terdiri dari dua kata, 'saya' dan 'lapar'. Di dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut berterima secara gramatikal. Dilihat dari jenis katanya, komponen Subjek 'Saya' adalah kata ganti (Pronoun atau Pronomina), dan Predikatnya terdiri dari kata sifat (adjective) 'lapar'. Sebuah kalimat yang hanya memuat satu Subjek berbentuk kata ganti dan satu Predikat berbentuk kata sifat atau kata benda (N) sangat dimungkinkan di dalam Bahasa Indonesia.
Namun berbeda halnya dalam Bahasa Inggris. Kalimat 'Saya lapar.' dalam Bahasa Indonesia tidak sama dengan "I hungry', meskipun saya = I, dan lapar = hungry. Kalimat Bahasa Inggrisnya harus "I am hungry." Sekarang, kalimat itu memuat 'am' antara I (saya) dan hungry (lapar). Dengan kata lain, ada tambahan komponen dalam Predikat Basa Inggris.
Selama ini kita mengenal 'am' sebagai salah satu dari 'to be'. Namun jika dilihat di kamus, lema 'be' dikategorikan sebagai kata kerja (verb). Oleh karena itu, perbedaan mencolok antara predikat Bahasa Indonesi dan Bahasa Inggris adalah bahwa predikat dalam Bahasa Inggris harus memuat kata kerja (verb), dan oleh karenanya kita akan menyebut komponen dasar kalimat Basa Inggris sebagai Subject & Verb (S + V), bukan lagi S + P.
Sekarang mari kita lihat, ada berapa jenis verb yang dapat mengisi komponen 'Predikat' dalam Bahasa Inggris:
1) To be: is, am, are, was, were, be, been, being.
2) Finite verb: drive, walk, write, say, dan varian lainnya seperti says, walks, writes, drives, sleeps, dan lain-lain. Termasuk dalam kelopok ini adalah bentuk ke-2 dari verb (V2/ past), yakni, drove, slept, wrote, said, walked, dll.
3) Modals: can, may, must, should, would. shall, will
4) Auxiliary verb: do, does, did, serta varian lainnya seperti have, had, has.
Tidak ada kalimat biasa dalam Bahasa Inggris yang tidak memuat salah satu dari kelompok di atas atau gabungannya. Ingat: Verb bentuk -ing (sleeping, driving, walking, writing, dll) tidak dimasukkan ke dalam kelompok di atas mengingat penggunaan kata ini ada aturannya tersendiri.
Sekarang cobalah soal berikut ini:
The President ______________ the election by a landslide.
(a) won
(b) he won
(c) yesterday
(d) fortunately
S - V Agreement, Appositive, dan Object of Preposition
Tidak seperti dalam Bahasa Indonesia, di dalam Bahasa
Inggris Subject harus berkesesuaian dengan Verb. Misal, dalam kalimat 'She is
writing a letter' subject "She' dan verb 'is writing' berkesesuaian,
karena jika saya menggantinya dengan 'are writing', maka antara subject dengan
verb tidak berkesesuaian. Pertanyaan yang berkaitan dengan kesesuaian ini cukup
banyak ditemukan dalam soal TOEFL.
Pada umumnya, dalam konteks Present Tense dan beberapa Simple Past, S dan V harus berkesesuaian. Misalnya: We are students. We have been waiting for him for more that five hours. She was eating dinner when I arrived.
Perhatikan contoh yang lain: The value of precious gems is determined by their hardness and brilliance.
Pada umumnya, dalam konteks Present Tense dan beberapa Simple Past, S dan V harus berkesesuaian. Misalnya: We are students. We have been waiting for him for more that five hours. She was eating dinner when I arrived.
Perhatikan contoh yang lain: The value of precious gems is determined by their hardness and brilliance.
Meskipun letak S dan V berjauhan seperti pada contoh kalimat di atas, mereka tetap harus berkesesuaian.
Pada umumnya cara singkat untuk menghafalkan konsep ini
adalah:
S+s + V-s
S-s + V+s
Artinya jika S-nya mengandung huruf 's' (jamak, misal
Brothers) maka V-nya tidak menggunakan huruf 's' (misalnya work, bukan works).
Begitu pula sebaliknya. Contoh.
My brothers work at the post office.
My brother works at the post office.
Aposisi (Appositive) adalah kata atau kelompok kata yang biasanya tidak mengandung S dan V, yang maknanya sama dengan S, atau menerangkan S. Ia bisa diletakkan antara S dan V yang diapit dengan dua tanda koma, atau bisa juga diletakkan sebelum S dan dipisahkan dengan satu tanda koma.
Contoh: Influenza, a common disease, has no cure.
Aposisi-nya: 'a common disease'
atau bisa juga:
A common disease, influenza has no cure.
Sementara itu, sebuah S tidak boleh memuat kata depan (preposisi) seperti 'at, on, in, of, with' dll. Jika pada sebuah S kita menemukan kata depan, maka bagian tersebut tidak dimasukkan sebagai S. Misal, jika S-nya adalah: 'The value of precious gems' maka yang dihitung sebagai S untuk disesuaikan dengan V (lihat S-V Agreement) adalah bagian sebelum preposis, yakni 'The value' saja, mengingat kata-kata setelahnya diawali dengan preposis yaitu 'of'.
Jadi jika S 'The value of precious gems' memiliki V 'determines' maka S dan V tersebut TIDAK berkesesuaian. Jangan terkecoh dengan bentuk jamak setelah preposis. Awas, seringkali peserta terjebak.
Perlu pula diperhatikan bahwa ada ada beberapa S yang menghendaki V yang tunggal atau jamak. Hal tersebut adalah beberapa pengecualian. Misal:
The number of......... menghendaki V yang tunggal The number of female doctors is..... (bukan 'are')
A number of............. menghendaki V yang jamak A number of students are...... (bukan 'is')
Kata-kata serapan dari Bahasa Latin dan Yunani berikut ini juga memiliki pola yang irregular:
Tunggal: medium ---> media (jamak)
bacterium ---> bacteria
datum ---> data
alumnus --> alumni
radius ---> radii
alga --> algae
vita --> vitae
phenomenon --> phenomena
criterion --> criteria
index --> indeces
Sementara itu, sebuah S tidak boleh memuat kata depan (preposisi) seperti 'at, on, in, of, with' dll. Jika pada sebuah S kita menemukan kata depan, maka bagian tersebut tidak dimasukkan sebagai S. Misal, jika S-nya adalah: 'The value of precious gems' maka yang dihitung sebagai S untuk disesuaikan dengan V (lihat S-V Agreement) adalah bagian sebelum preposis, yakni 'The value' saja, mengingat kata-kata setelahnya diawali dengan preposis yaitu 'of'.
Jadi jika S 'The value of precious gems' memiliki V 'determines' maka S dan V tersebut TIDAK berkesesuaian. Jangan terkecoh dengan bentuk jamak setelah preposis. Awas, seringkali peserta terjebak.
Perlu pula diperhatikan bahwa ada ada beberapa S yang menghendaki V yang tunggal atau jamak. Hal tersebut adalah beberapa pengecualian. Misal:
The number of......... menghendaki V yang tunggal The number of female doctors is..... (bukan 'are')
A number of............. menghendaki V yang jamak A number of students are...... (bukan 'is')
Kata-kata serapan dari Bahasa Latin dan Yunani berikut ini juga memiliki pola yang irregular:
Tunggal: medium ---> media (jamak)
bacterium ---> bacteria
datum ---> data
alumnus --> alumni
radius ---> radii
alga --> algae
vita --> vitae
phenomenon --> phenomena
criterion --> criteria
index --> indeces
TENSES
Materi tentang tense adalah materi paling 'menyeramkan'
ketika kita SMP atau SMA, mengingat ada banyak sekali pola dan rumus yang harus
dihafal. Namun mari kita sederhanakan: Tense itu berkaitan dengan waktu. Secara
logis, waktu yang dialami manusia hanya ada DUA saja, yakni MASA LAMPAU dan
MASA SEKARANG! Bagaimana dengan MASA YANG AKAN DATANG? Wallahu 'alam bi
murodih! Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok! Itu sudah
domainnya Yang Mahakuasa. Apa buktinya: misalnya bentuk waktu Future Tense
Simple: 'I will go to Semarang next week' PASTI diucapkan pada masa sekarang!
Jadi bentuk future itu akan diucapkan dalam kerangka waktu sekarang atau masa
lampau.
Oleh karena bentuk waktu itu hanya 2 saja, PAST dan PRESENT, maka di dalam TOEFL pertanyaan tentang Tenses hanya berkutat di dua tenses ini saja. Mengapa demikian? Dari empat bentuk kata kerja, V1, V2, V3, dan V-ing, hanya V1 dan V2 lah yang berkaitan dengan waktu!! Contoh:
1) She is writing a letter (PRESENT)
2) She was writing a letter (PAST)
Penjelasan: dalam kalimat 1): kata dalam V yang menunjukkan Present adalah 'is' (V1) bukan 'writing'; dalam kalimat 2): kata dalam V yang menunjukkan Past adalah 'was' (V2) bukan 'writing'. Coba perhatikan apakah bentuk -ing 'writing' mengalami perubahan dikarenakan waktu? Jawabnya: TIDAK!! Sejujurnya, kita sering terjebak mengatakan bahwa V yang ada -ing nya (apalagi memakai salaitu tidak ah satu dari to be) itu adalah PRESENT. Mulai sekarang marilah kita pahami bahw V-ing itu tidak ada kaitannya apa pun dengan PRESENT!!!
Contoh lain:
1) She has written her thesis.
2) She had written her thesis.
Penjelasan: dalam kalimat 1) kata 'has' (V1) menunjukkan PRESENT, bukan 'written'; dalam kalimat 2) kata 'had' (V2) menunjukkan PAST, bukan 'written'. Sekali lagi, kita kadang terjebak memahami V3 sebagai PAST, padahal V3 TIDAK ada urusannya dengan PAST!!!
Di dalam TOEFL, pertanyaan seputar Tenses hanya berkisar pada masalah apakah bentuk V-nya sudah sesuai dengan konteks kalimatnya ataukah belum; dan itu hanya tentang bentuk PAST dan PRESENT saja. Contoh:
In the Milkyway Galaxy, the most recently observed supernova has appeared in 1604.
Verb 'has appeared' dalam kalimat di atas tidak tepat, mengingat penanda waktunya adalah lampau, yakni 1964.
RUMUS yang berkaitan dengan PENGGUNAAN VERBS
Setiap Verb memiliki 4 bentuk, yakni V1, V2, V3, dan V-ing. Masing-masing verb ini jika digunakan sebagai Predikat, artinya verb tersebut memiliki S di samping kiri atau kanannya, ada rumus tertentu yang perlu untuk dipahami dan, tentu saja, dihafalkan:
S + V1/s : They write letters every week.
She writes a letter every week.
Penggunaan V1 langsung setelah S, tidak boleh memakai to be atau has, have, had!!
S + V2 : She wrote a letter last week.
Penggunaan V2 juga langsung setelah S!
S + to be + V-ing : She is writing a letter.
Penggunaan V-ing harus selalu disertai salah satu dari bentuk to be jika digunakan sebagai Predikat. Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V-ing tidak boleh menggunakan to be!!!
Contoh: The boy standing in the corner is naughty.
Kata 'standing' dalam kalimat di atas BUKAN-lah sebuah Predikat,
S + has/have/had/to be + V3 : She has written a letter.
Penggunaan V3 harus selalu disertai dengan Has/have/had/ to be jika digunakan sebagai Predikat! Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V3 harus 'sendirian'!!!
Contoh: The letter written last week arrived today.
Kata 'written' dalam kalimat di atas BUKAN Verb, melainkan hanya sebuah Adjective. Verb (Predikat) kalimat di atas adalah 'arrived'.
Oleh karena bentuk waktu itu hanya 2 saja, PAST dan PRESENT, maka di dalam TOEFL pertanyaan tentang Tenses hanya berkutat di dua tenses ini saja. Mengapa demikian? Dari empat bentuk kata kerja, V1, V2, V3, dan V-ing, hanya V1 dan V2 lah yang berkaitan dengan waktu!! Contoh:
1) She is writing a letter (PRESENT)
2) She was writing a letter (PAST)
Penjelasan: dalam kalimat 1): kata dalam V yang menunjukkan Present adalah 'is' (V1) bukan 'writing'; dalam kalimat 2): kata dalam V yang menunjukkan Past adalah 'was' (V2) bukan 'writing'. Coba perhatikan apakah bentuk -ing 'writing' mengalami perubahan dikarenakan waktu? Jawabnya: TIDAK!! Sejujurnya, kita sering terjebak mengatakan bahwa V yang ada -ing nya (apalagi memakai salaitu tidak ah satu dari to be) itu adalah PRESENT. Mulai sekarang marilah kita pahami bahw V-ing itu tidak ada kaitannya apa pun dengan PRESENT!!!
Contoh lain:
1) She has written her thesis.
2) She had written her thesis.
Penjelasan: dalam kalimat 1) kata 'has' (V1) menunjukkan PRESENT, bukan 'written'; dalam kalimat 2) kata 'had' (V2) menunjukkan PAST, bukan 'written'. Sekali lagi, kita kadang terjebak memahami V3 sebagai PAST, padahal V3 TIDAK ada urusannya dengan PAST!!!
Di dalam TOEFL, pertanyaan seputar Tenses hanya berkisar pada masalah apakah bentuk V-nya sudah sesuai dengan konteks kalimatnya ataukah belum; dan itu hanya tentang bentuk PAST dan PRESENT saja. Contoh:
In the Milkyway Galaxy, the most recently observed supernova has appeared in 1604.
Verb 'has appeared' dalam kalimat di atas tidak tepat, mengingat penanda waktunya adalah lampau, yakni 1964.
RUMUS yang berkaitan dengan PENGGUNAAN VERBS
Setiap Verb memiliki 4 bentuk, yakni V1, V2, V3, dan V-ing. Masing-masing verb ini jika digunakan sebagai Predikat, artinya verb tersebut memiliki S di samping kiri atau kanannya, ada rumus tertentu yang perlu untuk dipahami dan, tentu saja, dihafalkan:
S + V1/s : They write letters every week.
She writes a letter every week.
Penggunaan V1 langsung setelah S, tidak boleh memakai to be atau has, have, had!!
S + V2 : She wrote a letter last week.
Penggunaan V2 juga langsung setelah S!
S + to be + V-ing : She is writing a letter.
Penggunaan V-ing harus selalu disertai salah satu dari bentuk to be jika digunakan sebagai Predikat. Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V-ing tidak boleh menggunakan to be!!!
Contoh: The boy standing in the corner is naughty.
Kata 'standing' dalam kalimat di atas BUKAN-lah sebuah Predikat,
S + has/have/had/to be + V3 : She has written a letter.
Penggunaan V3 harus selalu disertai dengan Has/have/had/ to be jika digunakan sebagai Predikat! Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V3 harus 'sendirian'!!!
Contoh: The letter written last week arrived today.
Kata 'written' dalam kalimat di atas BUKAN Verb, melainkan hanya sebuah Adjective. Verb (Predikat) kalimat di atas adalah 'arrived'.
Sumber :
http://popi-irawan.blogspot.co.id/p/section-ii.html
https://letsstudyblog.wordpress.com/2012/02/11/tips-and-trick-menjawab-soal-structure-toefl/
Categories
Assignment
Senin, 10 April 2017
BAHASA INGGRIS BISNIS 2 - Strategy For Toefl Listening
TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below.
Requirements for TOEFL Listening Strategy
Listening strategies for TOEFL aims at
providing each and every minute detail that are required to respond to
all the questions within the given time in this section. Responding to
the questions in time is very important because, it will help TOEFL
candidates to save time, which they might spend on, one specific part of
the test section.
There are certain steps in strategies that
would help in managing time in each part of listening test section
(recordings). There are some basic requirements for listening skills
which serves the steps in TOEFL listening strategies as detailed below:
- Basic Comprehension
When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points.
- Practical Understanding
It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation.
- Relate Ideas given in multiple information sources
Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly.
- Inference
Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage.
These are the basic requirements necessary, in
each part of the strategy of listening section, which consists of two
recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to
be followed, in the following few preparatory steps.
Strategies in Preparation
- Spoken English From Various Sources And Accents
There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations.
- Making Notes
While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively.
- Main Idea
The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker.
- Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts
The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events.
- Summary of Observation
Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again.
- Building your Vocabulary
Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life.
Reference:
http://www.studyabroad18.com/articles/toefl-strategies-for-listening-section.php
Minggu, 12 Maret 2017
BAHASA INGRRIS BISNIS 2 - Toefl PBT or Toefl CBT?
Name: Heni Susanti/14213041
Class: 4EA17
Class: 4EA17
THE DIFFERENCE BETWEEN TOEFL PBT AND TOEFL CBT
What is TOEFL?
- TOEFL or Test of English as a Foreign Language is an English Proficiency
test, conducted to evaluate the English speaking and understanding
ability of a candidate. You need to take the TOEFL test if you want to study in America, Canada, England and Australia. This is
a requirement among non-native, English speakers so that they can be
admitted into the college or university of their choice.
TOEFL has essentially two versions: TOEFL CBT and
TOEFL PBT (paper-based test). Both the versions of TOEFL have four
sections- Reading, Speaking, Listening and Writing.
TOEFL PBT:
The TOEFL test was originally a paper-based
test (PBT). You read/listened to the questions and marked your answers
on a paper that were then sent off from marking. There was no spoken
section and no video. The score range on a PBT goes from 310-677.
The difference between TOEFL CBT and TOEFL
PBT is mainly in the administration method --> by computers connected
to the internet and by paper.
TOEFL CBT:
The CBT (Computer Based Test) test using a
computer. You read/listen/watch questions on
the computer then answer on the computer either by selecting a/b/c/d/e
lists, by typing answers or by recording on a microphone. Because the
test now includes speaking as well as video combined with reading and
listening exercises in an integrated way, it is a more thorough
examination of all your language skills.
The CBT tests have been completely replaced with the iBT. The CBT-type of
exam was discontinued in the year 2006. And if you ever had taken a CBT
examination, your scores are no longer valid. Several countries have
adapted the iBT which include the United States, Canada, Germany,
France, Italy, and other parts of the world.
Sources:
http://www.belajaringgris.net/jenis-jenis-tes-toefl-dan-perbedaannya-pbt-cbt-ibt-5763.html/
http://www.differencebetween.net/miscellaneous/career-education/differences-between-ibt-and-cbt/
Categories
Assignment
Langganan:
Postingan (Atom)


