Sabtu, 27 Mei 2017

Hani J

Posted by Unknown at 12.38 0 comments

I had nothing cool to do today so I downloaded some Chicken soup for the soul pdf out of sheer boredom.

Of course I just scrolled down some stories and read it randomly until one title from a familiar indo-kinda-name attracted my attention.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


The difference between the possible and the impossible lies in a person's determination.



                                                               Tommy Lasorda


         The day I met Hani Irmawati, she was a shy, seventeen-year-old girl standing alone in the parking lot of the international school in Indonesia, where I teach English. The school is expensive and does not permit Indonesian studaents to enroll. She walked up to me and asked if I could help her to improve her English. I could tell it took immense courage for the young Indonesian girl in worn clothing to approach me and ask for my help. "Why do you want to improve your English?" I asked her, fully expecting her to talk about finding a job in a local hotel. "I want to go to an American university," she said with quiet confidence. Her idealistic dream made me want to cry.  I agreed to work with her after school each day on a volunteer basis. For the next several months, Hani woke each morning at five and caught the city bus to her public high school. During the one-hour ride, she studied for her regular classes and prepared the English lessons I'd given her the day before. At four o'clock in the afternoon she arrived at my classroom, exhausted but ready work. With each passing day, as Hani struggled v college-level English, I grew more fond of her. She work harder than most of my wealthy expatriate students.
          Hani lived in a two-room house with her parents two brothers. Her father was a building custodian and mother was a maid. When I went to their neighborhood meet them, I learned that their combined yearly inc was 750 U.S. dollars. It wasn't enough to meet the expen of even one month in an American university. Her enthusiasm was increasing with her language ability, I was becoming more and more discouraged. One morning in December 1998, I received announcement of a scholarship opportunity in American university. I excitedly tore open the envelope and studied the requirements, but it wasn't long before dropped the form in despair. There was just no was thought, for Hani to meet these qualifications. She never led a club or an organization, because in her such these things simply did not exist. She had no guide counselor and no impressive standardized test scores because there were no such tests for her to take. She did, however, have more determination than all student I'd ever seen. When Hani came into the classroom that day, I told her of the scholarship. I also told her to believe there was no way for her to apply. I encourage her to be, as I put it, "realistic" about her future and not plan so strongly on coming to America. Even after a somber lecture, Hani remained steadfast. "Will you send in my name?" she asked.
         I didn't have the heart to turn her down. I completed the application, filling in each blank with the painful true about her academic life, but also with my praise of h courage and her perseverance. I sealed up the envelope and told Hani her chances for acceptance ranged somewhere between slim and none. In the weeks that followed, Hani increased her study of English, and I arranged for her to take the Test of English Fluency in Jakarta. The entire computerized test would be an enormous challenge for someone who had never before touched a computer. For two weeks, we studied computer parts and how they worked. Then, just before Hani went to Jakarta, she received a letter from the scholarship association. What a cruel time for the rejection to arrive, I thought. Trying to prepare her for disappointment, I opened the letter and began to read it to her. She had been accepted.
           I leaped about the room ecstatically, shocked. Hani stood by, smiling quietly, but almost certainly bewildered by my surprise. The image of her face in that moment came back to me time and time again in the following week. I finally realized that it was I who had learned something Hani had known from the beginning: It is not intelligence alone that brings success, but also the drive to succeed, the commitment to work hard and the courage to believe in yourself.
Jamie Winship

The college I picked out costs $22,000 a year--

Senin, 15 Mei 2017

BAHASA INGGRIS 2 - Strategi Cara Menjawab Soal Structur Pada TOEFL

Posted by Unknown at 02.34 0 comments
Nama: Heni Susanti
NPM: 14213041
Kelas: 4EA17

Strategi Cara Menjawab Soal Structur Pada TOEFL
Bagian ini merupakan bagian yang paling sulit dari keseluruhan tes TOEFL, meskipun jumlah soal yang diujikan relatif sedikit. 
Pertama-tama kita harus mengetahui tentang bagaimana cara mengerjakan masing-masing bagian itu. Section II ini terdiri dari 2 bagian, yakni Part A yang disebut Sentence Completion (melengkapi kalimat), dan Part B yang lazim disebut Error Identification (mengidentifikasi kesalahan gramatikal)

PART A SENTENCE COMPLETION
Pada bagian ini terdapat 15 pertanyaan, masing-masing terdiri dari 1 buah kalimat dengan kata dan/atau frasa yang dihilangkan. Kita diminta untuk memilih salah satu pilihan (a), (b), (c), atau (d) yang jika dimasukkan kalimat di atasnya menjadi benar secara gramatikal. Jadi dengan kata lain kita harus memilih MANA YANG BENAR.

PART B ERROR IDENTIFICATION
Pada bagian ini, terdapat 25 pertanyaan. Di masing-masing kalimat terdapat kata atau kelompok kata yang digarisbawahi ditandai dengan (a), (b), (c), dan (d). Kita diminta untuk mengidentifikasi bagian yang ditandai tersebut mana yang TIDAK tepat secara gramatikal. Dengan kata lain kita diminta untuk memilih MANA YANG SALAH.
Hati-hati!!! Jangan keliru mengerjakan dua bagian ini. Pahami instruksinya, sehingga ketika tes yang sesungguhnya, Anda TIDAK PERLU lagi membaca instruksi. Langsung saja kerjakan nomor 1!
Apa itu “structure”?
Apa pun bidang ilmu yang Anda geluti, Anda pasti mengenal konsep tentang "stuktur". Di dalam disiplin ilmu teknik, sosiologi, antropologi, seni, matematika, ekonomi, geografi, dan semua cabang ilmu pasti dikenal konsep dan istilah 'struktur' dengan definisi yang berbeda-beda. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, ada satu benang merah dari semua definisi konsep yang berbeda-beda tersebut. 
Sebuah 'struktur' pasti mengandaikan adanya 3 hal utama, yakni:
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian

Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.

Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A
Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural' yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat  untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb, Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada, baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah. 
Contoh :
A camel ______________ 30 gallons of water in ten minutes.

(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of
Soal di atas adalah tipikal soal Part A (sentence completion), di mana kita diminta untuk menentukan jawaban yang benar dari keempat pilihan yang diberikan.
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langjah 4: jawablah pertanyaan tersebut

Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya (dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b) dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a) mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan).  

TENTANG SUBJECT AND VERB
Komponen utama sebuah kalimat dalam Bahasa Inggris adalah Subject (S) dan Verb (V).
Namun istilah Verb (kata kerja) di sini sepadan dengan Predikat dalam Bahasa Indonesia. Mari kita lihat ilustrasi berikut ini:

Kalimat: Saya lapar.
Subjek: Saya
Predikat : lapar

Kalimat di atas hanya terdiri dari dua kata, 'saya' dan 'lapar'. Di dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut berterima secara gramatikal. Dilihat dari jenis katanya, komponen Subjek 'Saya' adalah kata ganti (Pronoun atau Pronomina), dan Predikatnya terdiri dari kata sifat  (adjective) 'lapar'. Sebuah kalimat yang hanya memuat satu Subjek berbentuk kata ganti dan satu Predikat berbentuk kata sifat atau kata benda (N) sangat dimungkinkan di dalam Bahasa Indonesia.
Namun berbeda halnya dalam Bahasa Inggris. Kalimat 'Saya lapar.' dalam Bahasa Indonesia tidak sama dengan "I hungry', meskipun saya = I, dan lapar = hungry. Kalimat Bahasa Inggrisnya harus "I am hungry." Sekarang, kalimat itu memuat 'am' antara I (saya) dan hungry (lapar). Dengan kata lain, ada tambahan komponen dalam Predikat Basa Inggris.
Selama ini kita mengenal 'am' sebagai salah satu dari 'to be'. Namun jika dilihat di kamus, lema 'be' dikategorikan sebagai kata kerja (verb). Oleh karena itu, perbedaan mencolok antara predikat Bahasa Indonesi dan Bahasa Inggris adalah bahwa predikat dalam Bahasa Inggris harus memuat kata kerja (verb), dan oleh karenanya kita akan menyebut komponen dasar kalimat Basa Inggris sebagai Subject & Verb (S + V), bukan lagi S + P.

Sekarang mari kita lihat, ada berapa jenis verb yang dapat mengisi komponen 'Predikat' dalam Bahasa Inggris:
1) To be: is, am, are, was, were, be, been, being.
2) Finite verb: drive, walk, write, say, dan varian lainnya seperti says, walks, writes, drives, sleeps, dan lain-lain. Termasuk dalam kelopok ini adalah bentuk ke-2 dari verb (V2/ past), yakni, drove, slept, wrote, said, walked, dll.
3) Modals: can, may, must, should, would. shall, will
4) Auxiliary verb: do, does, did, serta varian lainnya seperti have, had, has.
Tidak ada kalimat biasa dalam Bahasa Inggris yang tidak memuat salah satu dari kelompok di atas atau gabungannya. Ingat: Verb bentuk -ing (sleeping, driving, walking, writing, dll) tidak dimasukkan ke dalam kelompok di atas mengingat penggunaan kata ini ada aturannya tersendiri.

Sekarang cobalah soal berikut ini:
The President ______________ the election by a landslide. 
(a) won
(b) he won
(c) yesterday
(d) fortunately

S - V Agreement, Appositive, dan Object of Preposition

Tidak seperti dalam Bahasa Indonesia, di dalam Bahasa Inggris Subject harus berkesesuaian dengan Verb. Misal, dalam kalimat 'She is writing a letter' subject "She' dan verb 'is writing' berkesesuaian, karena jika saya menggantinya dengan 'are writing', maka antara subject dengan verb tidak berkesesuaian. Pertanyaan yang berkaitan dengan kesesuaian ini cukup banyak ditemukan dalam soal TOEFL.
Pada umumnya, dalam konteks Present Tense dan beberapa Simple Past, S dan V harus berkesesuaian. Misalnya: 
We are students. We have been waiting for him for more that five hours.  She was eating dinner when I arrived.  
Perhatikan contoh yang lain:  The value of precious gems is determined by their hardness and brilliance.



Meskipun letak S dan V berjauhan seperti pada contoh kalimat di atas, mereka tetap harus berkesesuaian. 

Pada umumnya cara singkat untuk menghafalkan konsep ini adalah: 

S+s + V-s     


S-s + V+s

Artinya jika S-nya mengandung huruf 's' (jamak, misal Brothers) maka V-nya tidak menggunakan huruf 's' (misalnya work, bukan works). Begitu pula sebaliknya. Contoh.

My brothers work at the post office.

My brother works at the post office.


Aposisi (Appositive) adalah kata atau kelompok kata yang biasanya tidak mengandung S dan V, yang maknanya sama dengan S, atau menerangkan S. Ia bisa diletakkan antara S dan V yang diapit dengan dua tanda koma, atau bisa juga diletakkan sebelum S dan dipisahkan dengan satu tanda koma. 
Contoh: 
Influenza, a common disease, has no cure.
Aposisi-nya: 'a common disease'
atau bisa juga:    
A common disease, influenza has no cure.    

Sementara itu, sebuah S tidak boleh memuat kata depan (preposisi) seperti 'at, on, in, of, with' dll. Jika pada sebuah S kita menemukan kata depan, maka bagian tersebut tidak dimasukkan sebagai S. Misal, jika S-nya adalah: 'The value of precious gems' maka yang dihitung sebagai S untuk disesuaikan dengan V (lihat S-V Agreement) adalah bagian sebelum preposis, yakni 'The value' saja, mengingat kata-kata setelahnya diawali dengan preposis yaitu 'of'.
Jadi jika S 'The value of precious gems' memiliki V 'determines' maka S dan V tersebut TIDAK berkesesuaian. Jangan terkecoh dengan bentuk jamak setelah preposis. Awas, seringkali peserta terjebak. 

Perlu pula diperhatikan bahwa ada ada beberapa S yang menghendaki V yang tunggal atau jamak. Hal tersebut adalah beberapa pengecualian. Misal:
The number of.........               menghendaki V yang tunggal
The number of female doctors is..... (bukan 'are')
A number of.............               menghendaki V yang jamak
A number of students are...... (bukan 'is')
Kata-kata serapan dari Bahasa Latin dan Yunani berikut ini juga memiliki pola yang irregular: 
Tunggal: medium  ---> media (jamak)
               bacterium ---> bacteria
               datum ---> data
               alumnus --> alumni
               radius ---> radii
               alga --> algae
               vita --> vitae
               phenomenon --> phenomena
               criterion --> criteria
               index --> indeces

TENSES
Materi tentang tense adalah materi paling 'menyeramkan' ketika kita SMP atau SMA, mengingat ada banyak sekali pola dan rumus yang harus dihafal. Namun mari kita sederhanakan: Tense itu berkaitan dengan waktu. Secara logis, waktu yang dialami manusia hanya ada DUA saja, yakni MASA LAMPAU dan MASA SEKARANG! Bagaimana dengan MASA YANG AKAN DATANG? Wallahu 'alam bi murodih! Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok! Itu sudah domainnya Yang Mahakuasa. Apa buktinya: misalnya bentuk waktu Future Tense Simple: 'I will go to Semarang next week' PASTI diucapkan pada masa sekarang! Jadi bentuk future itu akan diucapkan dalam kerangka waktu sekarang atau masa lampau.

Oleh karena bentuk waktu itu hanya 2 saja, PAST dan PRESENT, maka di dalam TOEFL pertanyaan tentang Tenses hanya berkutat di dua tenses ini saja. Mengapa demikian? Dari empat bentuk kata kerja, V1, V2, V3, dan V-ing, hanya V1 dan V2 lah yang berkaitan dengan waktu!! Contoh:

1) She is writing a letter (PRESENT)
2) She was writing a letter (PAST)

Penjelasan: dalam kalimat 1): kata dalam V yang menunjukkan Present adalah 'is' (V1) bukan 'writing'; dalam kalimat 2): kata dalam V yang menunjukkan Past adalah 'was' (V2) bukan 'writing'. Coba perhatikan apakah bentuk -ing 'writing' mengalami perubahan dikarenakan waktu? Jawabnya: TIDAK!! Sejujurnya, kita sering terjebak mengatakan bahwa V yang ada -ing nya (apalagi memakai salaitu tidak ah satu dari to be) itu adalah PRESENT. Mulai sekarang marilah kita pahami bahw V-ing itu tidak ada kaitannya apa pun dengan PRESENT!!!

Contoh lain:
1) She has written her thesis.
2) She had written her thesis.
Penjelasan: dalam kalimat 1) kata 'has' (V1) menunjukkan PRESENT, bukan 'written'; dalam kalimat 2) kata 'had'  (V2) menunjukkan PAST, bukan 'written'. Sekali lagi, kita kadang terjebak memahami V3 sebagai PAST, padahal V3 TIDAK ada urusannya dengan PAST!!!
Di dalam TOEFL, pertanyaan seputar Tenses hanya berkisar pada masalah apakah bentuk V-nya sudah sesuai dengan konteks kalimatnya ataukah belum; dan itu hanya tentang bentuk PAST dan PRESENT saja. Contoh:
In the Milkyway Galaxy, the most recently observed supernova has appeared in 1604. 
                                                                                                                                         
Verb 'has appeared' dalam kalimat di atas tidak tepat, mengingat penanda waktunya adalah lampau, yakni 1964.

RUMUS yang berkaitan dengan PENGGUNAAN VERBS

Setiap Verb memiliki 4 bentuk, yakni V1, V2, V3, dan V-ing. Masing-masing verb ini jika digunakan sebagai Predikat, artinya verb tersebut memiliki S di samping kiri atau kanannya, ada rumus tertentu yang perlu untuk dipahami dan, tentu saja, dihafalkan:

S + V1/s         :    They write letters every week.
                                     She writes a letter every week.
Penggunaan V1 langsung setelah S, tidak boleh memakai to be atau has, have, had!!

S + V2              : She wrote a letter last week.

Penggunaan V2 juga langsung setelah S!

S + to be + V-ing       :  She is writing a letter.

Penggunaan V-ing harus selalu disertai salah satu dari bentuk to be jika digunakan sebagai Predikat. Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V-ing tidak boleh menggunakan to be!!!

Contoh: The boy standing in the corner is naughty.
Kata 'standing' dalam kalimat di atas BUKAN-lah sebuah Predikat,

S + has/have/had/to be + V3         : She has written a letter.

Penggunaan V3 harus selalu disertai dengan Has/have/had/ to be jika digunakan sebagai Predikat! Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V3 harus 'sendirian'!!!

Contoh: The letter written last week arrived today.
Kata 'written' dalam kalimat di atas BUKAN Verb, melainkan hanya sebuah Adjective. Verb (Predikat) kalimat di atas adalah 'arrived'.
 
Sumber :

http://popi-irawan.blogspot.co.id/p/section-ii.html

https://letsstudyblog.wordpress.com/2012/02/11/tips-and-trick-menjawab-soal-structure-toefl/

Senin, 10 April 2017

BAHASA INGGRIS BISNIS 2 - Strategy For Toefl Listening

Posted by Unknown at 10.12 0 comments
TOEFL listening section, tests the ability of a student, especially a non-native English speaker, to understand spoken English (accentuated) in educational setting. Listening is an important skill to understand the concepts and ideas. Only when the concepts are understood completely it becomes a lighter task to score in the listening section of TOEFL test. In order to develop the listening skills for TOEFL, there are certain set of listening strategies or steps. They are explained in detail given below.

Requirements for TOEFL Listening Strategy
Listening strategies for TOEFL aims at providing each and every minute detail that are required to respond to all the questions within the given time in this section. Responding to the questions in time is very important because, it will help TOEFL candidates to save time, which they might spend on, one specific part of the test section.
There are certain steps in strategies that would help in managing time in each part of listening test section (recordings). There are some basic requirements for listening skills which serves the steps in TOEFL listening strategies as detailed below:
  • Basic Comprehension
When students listen to a recorded lecture or a conversation, they should understand the central or main idea in it. Then they should skim the recording for key points, important facts, purpose and the relevant details that connects the key points.
  • Practical Understanding
It may also be called as “pragmatic understanding” where the meaning of a word should be taken, according to the context. Students are needed to find the intended meaning of the speaker i.e. from his point of view. A wide range of vocabulary is necessary for this process because, the recordings in listening test are usually from academic background. Practical understanding also becomes a must to find the purpose of a lecture or a conversation.
  •  Relate Ideas given in multiple information sources
Relating ideas is the final state where the key points and the important facts are compared to find the relationship between them. This method would initially lead to construct an argument. Then a string of supportive and non supportive elements are categorized and as a result the causes for the events are traced. This is where a student would end up identifying the conclusion which is expressed indirectly.
  •  Inference
Inference is to find the implied conclusion in recordings from the author’s point of view. The conclusion might be implied or expressed indirectly anywhere in the passage.

These are the basic requirements necessary, in each part of the strategy of listening section, which consists of two recorded lectures and one long conversation. These fundamentals are to be followed, in the following few preparatory steps.
Strategies in Preparation
  • Spoken English From Various Sources And Accents
There are variations between the accents of English. It is the best to listen to English from various sources like television, music, radio etc. And also it is good to listen to the native speakers of English with different pronunciation and dialect. By doing this students would be able to improve their listening skills and also they will get used to different kinds of accents. It will be helpful very much if they listen to academic passages or conversations.
  • Making Notes
While listening to a recording, notes should be jot down. These notes would help you to remember the important points given by speaker. The reason is also that, during the test you will be given only one chance to listen to a passage. Note making will help you to remember the details and the clues effectively.
  • Main Idea
The main idea of a passage should be identified in a recording, as a first task while taking notes. Main idea of a lecture is usually given in the introductory part. The other details would be given in the rest of a lecture. Once the main idea is found it becomes a lighter task to find the purpose of the speaker.
  • Pointer Words, Important Facts And Relationship Between The Facts
The pointer words may be defined as signal words or clues, given by the speaker. These keywords should be collected along with important facts and events. This should be done in order to compare them and identify the relationship between them. In turn this would give you the cause of the events.
  • Summary of Observation
Give a summary of the recording which was listened, using the notes that are taken down. During this process, only important facts, relevant details, main idea and the key facts are covered. This is a good time saving technique, to prevent going through the notes again and again.
  • Building your Vocabulary
Above all it is also important to build a student’s vocabulary, to find the meaning of a word, according to the context of the speaker. Students should get familiar with the words which they consider as new ones and practice them in their everyday life.
The steps and the requirements in TOEFL strategies for listening section, which are elaborated above should be followed and practiced to manage time while taking up the test. The most important part in listening section is to concentrate on the subject of the speaker, and a student does not have to be distracted by the accent

Reference:
http://www.studyabroad18.com/articles/toefl-strategies-for-listening-section.php

Minggu, 12 Maret 2017

BAHASA INGRRIS BISNIS 2 - Toefl PBT or Toefl CBT?

Posted by Unknown at 23.30 0 comments
Name: Heni Susanti/14213041
Class: 4EA17


THE DIFFERENCE BETWEEN TOEFL PBT AND TOEFL CBT

What is TOEFL?
- TOEFL or Test of English as a Foreign Language is an English Proficiency test, conducted to evaluate the English speaking and understanding ability of a candidate. You need to take the TOEFL test if you want to study in America, Canada, England and Australia. This is a requirement among non-native, English speakers so that they can be admitted into the college or university of their choice.

TOEFL has essentially two versions: TOEFL CBT and TOEFL PBT (paper-based test). Both the versions of TOEFL have four sections- Reading, Speaking, Listening and Writing.

TOEFL PBT:
The TOEFL test was originally a paper-based test (PBT). You read/listened to the questions and marked your answers on a paper that were then sent off from marking. There was no spoken section and no video. The score range on a PBT goes from 310-677.

The difference between TOEFL CBT and TOEFL PBT is mainly in the administration method --> by computers connected to the internet and by paper.

TOEFL CBT:
The CBT (Computer Based Test) test using a computer. You read/listen/watch questions on the computer then answer on the computer either by selecting a/b/c/d/e lists, by typing answers or by recording on a microphone. Because the test now includes speaking as well as video combined with reading and listening exercises in an integrated way, it is a more thorough examination of all your language skills.

The CBT tests have been completely replaced with the iBT. The CBT-type of exam was discontinued in the year 2006. And if you ever had taken a CBT examination, your scores are no longer valid. Several countries have adapted the iBT which include the United States, Canada, Germany, France, Italy, and other parts of the world.

Sources:
http://www.belajaringgris.net/jenis-jenis-tes-toefl-dan-perbedaannya-pbt-cbt-ibt-5763.html/
http://www.differencebetween.net/miscellaneous/career-education/differences-between-ibt-and-cbt/
 

Minggu, 13 November 2016

PENCEMARAN DAN ETIKA BISNIS

Posted by Unknown at 13.03 0 comments


PENCEMARAN DAN ETIKA BISNIS
Studi Kasus : Limbah Pabrik Tempe

Nama : Heni Susanti
Kelas : 4EA17
NPM : 14213041

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Tercemarnya lingkungan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang sangat perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak untuk dapat menanggulangi akibat buruk yang terjadi karena pencemaran, bahkan sedapat mungkin untuk dapat mencegah jangan sampai terjadi pencemaran lingkungan.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Tercemarnya lingkungan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang sangat perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak untuk dapat menanggulangi akibat buruk yang terjadi karena pencemaran, bahkan sedapat mungkin untuk dapat mencegah jangan sampai terjadi pencemaran lingkungan..
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Pencemaran lingkungan adalah perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena dapat memengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup. Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut polutan. Suatu zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.Permasalahan keadilan dalam dunia bisnis, masih menjadi topik penting. Keadilan berhubungan dengan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Dari keadilan akan menciptakan keadaan yang seimbang, tidak berat sebelah atau tidak memihak. Keadilan akan terus diupayakan untuk tercapai, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tercantum dalam sila 5 dalam pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Terwujudnya keadilan, dibutuhkan keterlibat kemampuan bersikap etis.

TEORI
2.1 Teori Antroposentrisme
Teori ini memandang manusia sebagai pusat dari system alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitannya dengan alam, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat perhatian dan nilai sejauh menunjang kepentingan manusia. Bagi teori ini etika hanya berlaku bagi manusia, segala tuntutan terhadap kewajiban dan tanggungjawab moral manusia terhadap lingkungan hidup dianggap sesuatu yang berlebihan, kalaupun ada itu semata-mata demi memenuhi kepentingan sesama manusia.
Teori semacam ini dinilai bersifat instrumentalistik (karena menganggap pola hubungan manusia dan alam dilihat hanya dalam relasi instrumental, kalaupun peduli demi memenuhi kebutuhan manusia) dan egoistis (karena hanya mengutamakan kepentingan manusia).

2.2. Teori Biosentrisme
Teori ini menganggap alam mempunyai nilai pada dirinya sendiri lepas dari kepentingan manusia. Ciri etika ini adalah biocentric, karena menganggap setiap kehidupan dan makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga pada dirinya sendiri. Alam perlu diperlakukan secara moral terlepas dari apakah ia berguna atau tidak bagi manusia. Sehingga etika tidak lagi dipahami secara terbatas pada komunitas manusia, namun berlaku juga bagi seluruh komunitas biotis, termasuk komunitas makhluk hidup lain.

2.3 Teori Ekosentrisme
Etika ini memusatkan pada seluruh komunitas ekologis baik yang hidup maupun tidak, karena secara ekologis makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain. Salah satu versi yang terkenal dari teori ini adalah Deep Ecology.
Teori ini memusatkan perhatian pada kepada semua spesies, termasuk spesies bukan manusia, dan menekankan perhatiannya pada jangka panjang, dan tak kalah pentingnya merupakan gerakan diantara orang-orang yang mempunyai sikap dan keyakinan yang sama, mendukung suatu gaya hidup yang selaras dengan alam, dan sama-sama memperjuangkan isu
lingkungan dan politik.

PEMBAHASAN
3.1 Kasus
            CIAMIS - Ratusan warga Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis beramai-ramai mendatangi kantor Kecamatan Baregbeg, Senin (15/8/2016).
Kedatangan warga ini untuk mengadukan atas pencemaran Sungai Cibuyut oleh beberapa pabrik tahu yang berada di wilayah Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku yang langsung membuang limbahnya ke sungai.
Sehingga masyarakat Desa Jelat kini kesulitan mendapat air bersih lantaran sungai tersebut satu-satunya sumber air yang biasa digunakan masyarakat untuk keperluan rumah tangga.
Bukan hanya untuk keperluan rumah tangga, air dari sungai itu juga digunakan untuk mengairi kolam warga namun dengan tercemarnya sungai, ikan banyak yang mati karena air tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap.
Sebetulnya permasalahan ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, bahkan sempat membuat kesepakatan antara warga Jelat dengan pengusaha pabrik tahu di Desa Muktisari.
Salah satunya pabrik tidak boleh membuang langsung limbah tahu ke sungai. Namun yang terjadi di lapangan saat ini masih ada beberapa pengusaha yang nakal membuang limbah ke sungai Cibuyut. Usai aksi dan audiensi warga Jelat dan aparat pemerintah mendatangi pabrik-pabrik tahu dan meninjau Sungai Cibuyut yang tercemar.
"Kami tidak melarang pengusaha tahu menjalankan usaha pabrik tahunya tetapi kami hanya meminta limbahnya jangan dibuang ke Sungai Cibuyut, karena sungai itu digunakan warga untuk keperluan hidup," ungkap Lili (45) warga Dusun Cisupa, Desa Jelat saat menyampaikan aspirasinya dihadapan Asisten Daerah II Setda Ciamis HM Soekiman saat beraudiensi di Aula Kantor Kecamatan Baregbeg.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Ruslan (50) mengatakan sebelum adanya pabrik tahu banyak warga Jelat yang mengantungkan hidupnya di usaha perikanan, namun setelah sungai Cibuyut tercemar kini pengusaha perikanan mulai bangkrut karena airnya sudah tidak lagi mendukung.
"Sekarang banyak pengusaha ikan yang kolamnya dibiarkan karena air dari sungai Cibuyut sudah tidak bisa digunakan lagi, sudah tercemar," jelasnya.
Lebih lanjut, warga meninta pengusaha pabrik tahu untuk mentaati kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat. Serta meminta pemerintah untuk tegas menutup pabrik tahu yang mengantongi izin.

3.2 Analisis
            Kasus tersebut menjelaskan mengenai pencemaran Sungai Cibuyut yang disebabkan karena limbah industri pabrik tempe. Kasus tersebut termasuk tindak pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan, membuang limbah pabrik secara langsung ke sungai, jika dilihat dari etika bisnis merupakan hal yang salah dan merugikan banyak pihak. Secara langsung pihak masyarakat sekitar di sungai Cibuyut merasa terganggu dan dirugikan dengan pengelolaan limbah pabrik tempe yang dinilai sudah membahayakan masyarakat sekitar. Limbah berbahaya ini mengalirkan air berwarna putih keruh dan memiliki bau tak sedap yang membuat warga mual-mual dan pusing.
Selain bau tak sedap yang ditimbulkan oleh limbah pabrik tahu ini, tentunya akan berakibat pada kerusakan pada sumber daya hayati di dalamnya, seperti warna air yang berubah keruh dan bau, ikan-ikan mati, dan banyaknya makhluk hidup sekitar yang mati akibat limbah tersebut. Apabila masyarakat setempat mengkonsumsi ikan maupun menggunakan air yang telah tercemar tersebut maka akan berdampak pada kesehatan.
Oleh karena itu, hendaknya kita sebagai manusia sudah sepantasnya dan selayaknya menjaga lingkungan kita. peran pemerintah juga sangat berpengaruh. Salah satunya adalah dengan menindak lanjuti segala kegiatan yang dapat berakibat terjadinya pencemaran tersebut dengan memberikan efek jera kepada perusahaan yang melakukan tindakan yang berakibat merugikan serta merusak lingkungan. Sehingga penanganan limbah industri tidak boleh dianggap sepele jika tidak menghendaki kerugian yang lebih besar terjadi. Kesadaran tentang bahaya limbah industri ini harus dimiliki oleh siapapun, baik pemilik modal yang mendirikan industri, birokrasi yang memberikan ijin dan juga masyarakat di manapun mereka berada.

REFERENSI
Ernawan, Erni. 2011. Business Ethics. Penerbit: Alfabeta. Bandung


 

Irreplacable Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review